SEJARAHnews, Banda: Universitas Banda Naira (UBN), Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, mewisuda 109 sarjana dari Fakultas Perikanan dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Rabu (1/7) pagi.
Wisuda ini merupakan wisuda sarjana keempat sejak Sekolah Tinggi Hatta-Sjahrir bertransformasi menjadi Universitas Banda Naira pada 2022. Namun, jika dihitung sejak berdirinya Sekolah Tinggi Hatta-Sjahrir pada 2001, prosesi itu merupakan wisuda ke-19.
Sebanyak 109 lulusan yang dikukuhkan terdiri atas 67 sarjana Fakultas Perikanan dan 42 sarjana Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Lulusan Fakultas Perikanan meliputi 45 sarjana Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan dan 22 sarjana Program Studi Budidaya Perairan.

Sementara itu, lulusan FKIP terdiri atas 16 sarjana Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, 9 sarjana Program Studi Pendidikan Matematika, dan 17 sarjana Program Studi Pendidikan Sejarah.
Dalam sambutannya, Rektor UBN Dr. Muhammad Farid, M.Sos., menegaskan perguruan tinggi di wilayah kepulauan harus mampu melahirkan lulusan yang berdaya saing global melalui penguatan mutu akademik, riset, dan kolaborasi internasional.
“Selama 25 tahun perjalanan institusi ini, kami terus membangun kualitas agar kampus di pulau-pulau kecil mampu melahirkan lulusan yang unggul dan berdaya saing global,” ujarnya.
Menurut Farid, komitmen itu tercermin dari capaian mahasiswa yang berhasil mengikuti berbagai program internasional dalam tiga tahun terahir.

Dua mahasiswa Fakultas Perikanan terpilih mengikuti Short Course di University of the Ryukyus, Jepang. Tiga mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah berkoaborasi dalam Field School Archaeology Program for Early Modern Southeast Asia (PEMSEA) bersama peserta dari Amerika Serikat dan sejumlah negara Asia Tenggara.
Selain itu, dua mahasiswa lainnya terpilih mengikuti program Future Leaders Club yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
UBN juga memperkuat jejaring akademik melalui kerja sama dengan Maastricht University (Belanda), Washington University (Amerika Serikat), dan Ruhr-Universität Bochum (Jerman).
Kolaborasi tersebut menghasilkan riset sejarah dan budaya, pembangunan Laboratorium Banda (LA-Band), publikasi ilmiah bereputasi internasional, serta penyelenggaraan International Conference on Banda Studies (ICBS) yang melibatkan akademisi dari lima negara.
Di tingkat nasional, UBN menjalin kemitraan dengan sejumlah perguruan tinggi dan lembaga, antara lain Universitas Gadjah Mada, Universitas Sebelas Maret, Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Maluku, Universitas Assunniyah Salafiyah Jember, serta Balai Bahasa Provinsi Maluku.
Kerja sama tersebut mencakup riset, pengabdian kepada masyarakat, penerbitan buku, dan pengembangan Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).
Farid menambahkan, penguatan kelembagaan juga ditopang peningkatan kualitas sumber daya manusia. Saat ini sekitar 80 persen dosen UBN telah memiliki jabatan fungsional. Pada 2026, UBN menambah dua doktor baru, sementara lima dosen lainnya sedang menyelesaikan studi doktoral.
“Dari Banda Naira, kami membangun perguruan tinggi yang mampu bersaing, berkolaborasi, dan berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional,” tegasnya.
Prosesi wisuda turut dihadiri Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XII, Prof. Dr. Saiful Deni, M.Si.; Ketua Umum Yayasan Warisan dan Budaya Banda, Syarafuddin Arsyad, M.Ag.; Tim Monitoring dan Evaluasi Kinerja Perguruan Tinggi (Monev EKPT), Dr. Simon Pieter Soegijono, S.E., M.Si.; anggota DPRD Kabupaten Maluku Tengah asal Banda Naira, Intan Nasri, S.E., M.M.; unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kecamatan Banda; serta para alumni, orang tua, dan keluarga wisudawan.* (K.R).
Posted in Berita