Tiga mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Banda Naira (UBN) menjalani Magang Berdampak di Museum Siwalima Ambon selama tiga bulan.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut kerja sama antara Prodi Pendidikan Sejarah UBN dan Museum Siwalima yang ditandatangani pada 2023.
Ketiga mahasiswa tingkat akhir itu ialah Aulia Amalia Busri, Minarti Nasir, dan Lestrai Subuh. Mereka didampingi Ketua Prodi Pendidikan Sejarah UBN Rahma Temarwut, M.Pd., yang juga bertindak sebagai dosen pendamping lapangan.
Selama kegiatan, mahasiswa akan terlibat dalam aktivitas yang berkaitan dengan sejarah, kebudayaan, serta pengelolaan dan pemanfaatan warisan budaya di Museum Siwalima.
Pengalaman tersebut diharapkan memperkuat kemampuan mereka dalam pendokumentasian, penelitian, pelindungan, dan pemanfaatan warisan sejarah dan budaya.
Ketua Prodi Pendidikan Sejarah UBN Rahma Temarwut mengatakan program ini menjadi bagian dari strategi pembelajaran yang menghubungkan teori di kampus dengan praktik di lapangan.
Menurut Rahma, pengalaman bekerja di lingkungan museum juga mendukung pencapaian profil lulusan Pendidikan Sejarah UBN.
Lulusan tidak hanya dipersiapkan menjadi guru sejarah, tetapi juga memiliki kompetensi yang dapat dikembangkan untuk profesi lain, termasuk pemandu wisata sejarah dan budaya.
“Mahasiswa perlu memiliki pengalaman langsung di lapangan agar memahami sejarah dan kebudayaan secara lebih utuh. Karakteristik Banda Naira yang kaya warisan sejarah dan cagar budaya menjadi ruang belajar yang penting bagi mereka,” ujar Rahma.
Ia mengatakan pengalaman selama magang juga dapat dikembangkan menjadi bahan penelitian dan tugas akhir. Data yang diperoleh mahasiswa di lapangan dapat diolah menjadi kajian akademik dan artikel ilmiah.
Lanjutan Program MBKM
Prodi Pendidikan Sejarah UBN sebelumnya telah mengirim mahasiswa mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Museum Siwalima. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pengalaman belajar mahasiswa di luar ruang kelas.
Sejumlah peserta program sebelumnya memanfaatkan data dan pengalaman selama magang sebagai bahan penelitian tugas akhir. Hasil kajian tersebut kemudian dikembangkan menjadi artikel ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal terakreditasi Sinta.
Pola tersebut menunjukkan bahwa magang dapat menjadi bagian dari proses akademik mahasiswa, mulai dari pengalaman lapangan, pengumpulan data, penelitian, hingga publikasi ilmiah.
Melalui Magang Berdampak di Museum Siwalima, Prodi Pendidikan Sejarah UBN mendorong mahasiswa memiliki pengalaman kerja sekaligus kemampuan akademik yang relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan dan kebudayaan. (K.R).
Posted in Berita