Berita

Home » Berita » Tiga Mahasiswa Pendidikan Sejarah UBN Magang Berdampak di BP Kebudayaan Maluku

Magang Berdampak

Tiga Mahasiswa Pendidikan Sejarah UBN Magang Berdampak di BP Kebudayaan Maluku

Penandatanganan kerja sama antara Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Banda Naira (UBN) dan BP Kebudayaan Maluku sekaligus menandai dimulainya program magang berdampak bagi tiga mahasiswa Pendidikan Sejarah UBN.

Penyerahan mahasiswa dilakukan setelah penandatanganan kesepakatan oleh Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah UBN Rahma Temarwut, M.Pd., dan Kepala BP Kebudayaan Maluku Dody Wiranto di Kantor BP Kebudayaan Maluku, Jalan Ir. M. Putuhena, Wailela, Rumah Tiga, Ambon, Jumat (11/9/2026).

Tiga mahasiswa tersebut ialah Rayhan Tirta Mony, Febriani Hustsain, dan Salsabila Hamja. Mereka akan menjalani program magang berdampak selama tiga bulan di BP Kebudayaan Maluku.

Selama magang, ketiganya akan memperoleh pengalaman langsung dalam kegiatan yang berkaitan dengan sejarah dan kebudayaan, sekaligus mengenal proses kerja di bidang pelindungan, penelitian, pendokumentasian, dan pemanfaatan warisan budaya.

Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah UBN Rahma Temarwut mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, terutama untuk memperkuat pembelajaran serta kajian sejarah dan kebudayaan.

“Cagar budaya di Banda Naira sangat melimpah. Semua itu merupakan warisan sejarah Banda yang perlu terus dikaji, didokumentasikan, dan dilestarikan,” kata Rahma.

Menurut dia, keterlibatan mahasiswa di lapangan membuat pembelajaran sejarah tidak berhenti di ruang kelas. Mereka dapat mengenal secara langsung proses pendokumentasian, penelitian, pelindungan, hingga pemanfaatan warisan sejarah dan budaya.

“Melalui kerja sama ini, mahasiswa dapat belajar langsung di lapangan sekaligus mengembangkan kemampuan penelitian dan memahami kerja pelestarian kebudayaan,” ujarnya.

Rahma berharap kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk mengembangkan kajian sejarah Banda secara lebih sistematis. Perguruan tinggi, kata dia, dapat mengambil peran lebih besar dalam mendukung pelestarian dan pemajuan kebudayaan di Maluku. * (K.R).

Posted in

Artikel Terbaru

Archives

Kategori