SEJARAHnews, Banda: Rektor Universitas Banda Naira (UBN), Dr. Muhammad Farid, M.Si., mengapresiasi tiga lulusan Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), yang pernah terlibat dalam kolaborasi riset arkeologi internasional.
Apresiasi tersebut disampaikan dalam pidato Wisuda Sarjana Ke-4 UBN di Gedung O.K. Makatita, Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Rabu (1/7).
Tiga lulusan yang mendapat apresiasi itu ialah Witri Sudin, Adi La Lonto, dan Fadil Fatotnem. Selama menempuh pendidikan, ketiganya aktif mengikuti berbagai kegiatan akademik bertaraf internasional.
Salah seorang di antaranya, Witri Sudin, juga bekerja sebagai pemandu wisata bagi wisatawan mancanegara di Banda Naira. Pengalaman itu dinilai memperkuat kemampuan komunikasi lintas budaya sekaligus melengkapi kompetensi akademiknya.
Saat masih berstatus mahasiswa pada 2024 lalu, ketiganya terpilih mengikuti Field School Archaeology dalam Program for Early Modern Southeast Asia (PEMSEA), program kolaborasi yang diselenggarakan melalui kerja sama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Universitas Banda Naira, dan Washington University.
Program tersebut mempertemukan mahasiswa jenjang sarjana hingga pascasarjana dari berbagai perguruan tinggi dunia, di antaranya Washington University, University of California, Los Angeles (UCLA), serta sejumlah universitas di Malaysia, Thailand, dan Kamboja.

Selain berpartisipasi dalam riset internasional, ketiga lulusan itu menyelesaikan studi melalui skema tugas akhir berbasis publikasi artikel ilmiah yang diterbitkan pada jurnal nasional terakreditasi Sinta 3 dan Sinta 4 sebagai salah satu syarat kelulusan.
Menurut Farid, capaian itu menunjukkan bahwa mahasiswa UBN mampu bersaing dalam ekosistem akademik internasional meski berasal dari perguruan tinggi di kawasan pulau-pulau kecil.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa lulusan Universitas Banda Naira mampu bersaing di tingkat Internasional. Ini menjadi bukti bahwa perguruan tinggi di wilayah kepulauan terpencil juga dapat melahirkan lulusan yang unggul dan berdaya saing global,” ujar Farid.
Ia menegaskan, keterlibatan mahasiswa dalam kolaborasi riset internasional merupakan bagian dari strategi UBN memperkuat budaya riset, memperluas jejaring akademik, serta meningkatkan mutu lulusan.
Dalam pidato wisuda itu, Farid turut mengapresiasi prestasi mahasiswa Fakultas Perikanan. Arfisan Deofano Morse dari Program Studi Budidaya Perairan dan Hindun Viviani dari Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan terpilih mengikuti program short course di University of the Ryukyus, Sesoko Island, Jepang, selama dua pekan melalui proyek Cosmarindo yang melibatkan enam perguruan tinggi di Indonesia.
Sementara itu, Restiani dari Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan dan Ferdiansyah dari Program Studi Budidaya Perairan terpilih mengikuti program Future Leaders Club (FLC) yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Menurut Farid, berbagai capaian tersebut mencerminkan meningkatnya daya saing mahasiswa UBN sekaligus memperkuat posisi universitas sebagai perguruan tinggi kepulauan yang mampu berkontribusi dalam jejaring akademik nasional dan internasional.* (K.R).
Posted in Berita