Berita

Home » Berita » Peringati 403 Tahun Genosida Banda, Mahasiswa PSJ Pentaskan Puisi Sejarah

Screenshot_20240512_190416

Peringati 403 Tahun Genosida Banda, Mahasiswa PSJ Pentaskan Puisi Sejarah

PSJ-Banda: Genosida Banda adalah peristiwa kelam dalam Sejarah Banda yang dilakukan bangsa Kolonial Belanda pimpinan Jan Pieterszoon Coen, Gubernur Jenderal Hindia Timur Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) pada 1621.

Peristiwa pelenyapan etnis Banda itu sebagai reaksi dari serangan balas dendam Coen, atas terbunuhnya Lakasamana Verhoven oleh pasukan tempur Banda pada 1609 yang disaksikannya sendiri. Ceon, berhasil selamat dari peristiwa itu. Namun runutan peristiwa itu disebabkan oleh ambisi dan keserakahan bangsa Kolonial Belanda sendiri.

Sebelumnya VOC hadir di Banda Naira bukan saja untuk berdagang rempah, tetapi juga menerapkan sistem monopoli, menguasai tanah Banda dengan mendirikan Benteng Nassau, dan menganggu perempuan-perempuan Banda.

Fakta itu sesungguhnya bertentangan dengan prinsip perdagangan dan nilai keadaban orang Banda. Itulah sebabnya putri Adeka, seorang perempuan Banda yang pemberani menjadi eksekutor lapangan hingga Vorhoven tewas bersimba darah pada 1609.

Kurang lebih 12 tahun pasca terbunuhnya Verhoven itu, Ceon pada 1621 kemudian melancarkan ekspedisi untuk menghancurkan Banda. Membawa armada 13 kapal besar, 3 kapal kecil, dan 6 perahu layar berpasukan 1.665 orang Eropa ditambah 100 orang tentara bayaran dari pasukan ronin Samurai dan 286 tawanan asal Jawa sebagai buruh kapal.

Ekspedisi itu membuahkan hasil terlapor pada 21 Mei 1621, sebanyak 6.000 rakyat Banda dibunuh termasuk 40 OK dipenggal kepalanya, ada sebagian dibuang ke Batavia, dan sebagian lainnya berhasil menyelamatkan dirinya ke Pulau Seram dan Kepulaun Key.

Kisah itu selalu hidup dalam ruang sejarah dan budaya Banda hingga kini. Sumur Tua (Parigi Rante) disamping Benteng Nassau, menjadi saksi bisu atas pembantaian 40 Orang Kaya (OK) Banda yang gigih berjuang membela negerinya kala itu.

Untuk mengenang peristiwa itu Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah (HMPS PSJ), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Banda Naira (UBN), mengelar kegiatan musikalisasi puisi bertemakan Genosida Banda di gedung OK Makatita (Bekas Gedung Kolonial), Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, pada 11 Mei 2024, Malam.

Kegiatan memperingati 403 tahun peristiwa Genosida Banda, itu sebagai bentuk keadaran sejarah. Kegiatan ini menampikan beragam Puisi sejarah yang dipentaskan oleh mahasiswa bukan saja dari PSJ, tetapi mahasiswa dari lintas program studi di lingkungan UBN yang hadir dan turut mengisi acara itu.

Kegiatan ini adalah rangkaian penutupan kegiatan bersama masyarakat Banda dalam memperingati peristiwa itu di kawasan Monumen Parigi Rante yang berlangsung sejak tanggal 8 Mei-11 Mei, Siang.

Kegiatan ini diawali dengan pidato pemukaan yang mengisakan peristiwa Genosida Banda oleh Rektor UBN Muhammad Fari, M.Sos., yang juga penulis buku Tanah Banda. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua program PSJ Kasman Renyaan., S.Pd., M.Pd, sekaligus pembinan HMPS PSJ.

Tampak hadir dalam kegiatan malam puncak acara peringatan Genosida itu diantaranya Kepala Lembaga Ekonomi dan Bisnis UBN Mifta Saban, S.Pd., M.Pd, Dosen Prodi Sejarah Winton La Tani, S.Pd., M.Pd, mahasiswa PSJ dan perwakilan pengurus HMPS di lintas program studi serta alumni Psj UBN.  ** (K.R).

Posted in