Berita

Home » Berita » YPBN Dorong Pelestarian Kearifan Lokal Pulau Rhun melalui Festival Bahari

re

YPBN Dorong Pelestarian Kearifan Lokal Pulau Rhun melalui Festival Bahari

UBNnews, Banda: Hasil penelitian dari tim peneliti Yayasan Pendidikan Banda Naira (YPBN), menemukan bahwa strategi pelestarian kearifan lokal masyarakat pesisir, khususnya di Pulau Rhun, Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, dapat diwujudkan melalui penyelenggaraan Festival Bameti dan Kewang Hutan Pala.

Kedua program festival Budaya Bahari ini tidak hanya bertujuan untuk memperkuat hubungan masyarakat dengan lingkungan, tetapi juga mengenalkan budaya lokal kepada generasi muda di pulau yang memiliki sejarah unik—pernah ditukar dengan Manhattan, New York, dalam Perjanjian Breda tahun 1667.

Festival Bameti dirancang sebagai perayaan tahunan yang melibatkan masyarakat dalam mengolah dan memanfaatkan hasil laut serta pesisir pantai secara kreatif dan berkelanjutan. Selain meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem pesisir, festival ini juga diharapkan menjadi daya tarik wisata bahari di Pulau Rhun.

Sementara itu, Kewang Hutan Pala berfokus pada upaya konservasi hutan pala dengan pendekatan edukatif dan budaya. Program ini dikombinasikan dengan kemah bahari, yang mengajak generasi muda untuk memahami pentingnya kelestarian alam serta peran kearifan lokal dalam pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.

Ketua Tim Periset YPBN, Dr. M. Farid, M.Sos., menegaskan bahwa kedua program ini dirancang untuk memberdayakan masyarakat dengan tetap menghormati tradisi dan menjaga keseimbangan ekosistem.

Kami ingin menjadikan kearifan lokal sebagai bagian dari solusi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Melalui Festival Bameti dan Kewang Hutan Pala, masyarakat tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga keseimbangan alam,” ujar Farid pada Senin (28/10/2024) Malam.

Lebih lanjut, Dr. Farid menambahkan bahwa festival ini juga menjadi bagian dari strategi pengembangan pariwisata di Pulau Rhun dan Banda Naira secara umum.

Festival ini tidak hanya menjaga warisan budaya dan ekologi, tetapi juga memiliki potensi besar untuk meningkatkan daya tarik wisata. Banda Naira kini semakin dikenal sebagai destinasi unggulan di Maluku, dan inisiatif seperti ini akan semakin memperkaya pengalaman wisatawan yang datang,” tambahnya.

Dengan pendekatan berbasis pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan, YPBN berharap program ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengelola sumber daya alam dan budaya secara berkelanjutan.

Untuk diketahui, tim peneliti dari YPBN telah melaksanakan penelitian sejak bulan Agustus 2024 lalu dengan target menghasilkan luaran riset buku kearifan Lokal, Video Dokumenter Vestival dan Publikasi Ilmiah dijurnal Nasional **(K.R).

Posted in

Artikel Terbaru

Archives

Kategori