Berita

Home » Berita » Mahasiswa Sejarah UBN Kunjungi BP Kebudayaan Maluku, Belajar Budaya dari Pamong

2f5d9bc1-9db6-4322-8c04-51994fac17b7

Mahasiswa Sejarah UBN Kunjungi BP Kebudayaan Maluku, Belajar Budaya dari Pamong

Puluhan mahasiswa semester I Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Banda Naira (UBN), Banda, Maluku Tengah, melakukan studi lapangan ke Balai Pelestarian (BP) Kebudayaan Maluku di Jalan Ir. M. Putuhena, Wailela, Rumah Tiga, Ambon, Selasa (7/10/2026).

Studi lapangan tersebut merupakan bagian dari pembelajaran mata kuliah Pengantar Antropologi dan didampingi dosen pengampu, Varis Vadly Sanduan, M.Si.

Kegiatan ini bertujuan mengenalkan mahasiswa secara langsung pada kebudayaan Maluku dan upaya pelestarian warisan budaya.

Sebelumnya, mahasiswa juga melakukan studi lapangan ke Museum Siwalima Ambon. Di BP Kebudayaan Maluku, mahasiswa mendapatkan pembelajaran langsung dari pamong budaya mengenai pelestarian kebudayaan, arkeologi, dokumentasi, serta pengelolaan sumber pengetahuan kebudayaan.

Rombongan mahasiswa disambut jajaran BP Kebudayaan Maluku melalui acara pembukaan. Dalam kegiatan itu, mahasiswa diperkenalkan dengan kebudayaan Maluku serta berbagai kegiatan pelestarian kebudayaan yang dilakukan BP Kebudayaan Maluku.

Varis Vadly Sanduan mengapresiasi sambutan BP Kebudayaan Maluku yang telah menyiapkan rangkaian kegiatan bagi mahasiswa.

“Awalnya kami hanya ingin melihat museum dan koleksi benda budaya yang ada di BP Kebudayaan Maluku. Namun, ketika datang, ternyata sudah disiapkan acara pembukaan dan penutupan untuk menyambut kegiatan kami,” ujar Varis kepada media ini.

Menurut Varis, rangkaian kegiatan tersebut memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa untuk memahami kebudayaan sekaligus mengenal peran lembaga dalam pelestarian warisan budaya.

Setelah pembukaan, kata Varis mahasiswa mendapatkan materi dari pamong budaya mengenai profil dan wilayah kerja BP Kebudayaan Maluku. Mereka juga memperoleh penjelasan mengenai lanskap Kota Lama Banda yang menjadi bagian dari sejarah dan warisan budaya Kepulauan Banda.

Mahasiswa kemudian diajak mengunjungi museum untuk melihat sejumlah koleksi, termasuk miniatur benteng di Maluku. Mereka juga diperkenalkan dengan simulasi arkeologi untuk mengetahui gambaran kerja arkeolog dalam penelitian terhadap tinggalan budaya.

Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke perpustakaan BP Kebudayaan Maluku. Mahasiswa kemudian menyaksikan film dokumenter mengenai tenun Tanimbar sebelum mengikuti acara penutupan.

Varis berharap kunjungan tersebut menjadi langkah memperkuat tindak kerja sama antara Program Studi Pendidikan Sejarah UBN dan BP Kebudayaan Maluku. Terlebih, tiga mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah UBN saat ini juga sedang melaksanakan magang budaya di BP Kebudayaan Maluku.

“Kami berharap ke depan hubungan UBN dan BP Kebudayaan Maluku semakin erat, terutama dalam pemajuan kebudayaan di Kepulauan Banda,” katanya.

Posted in

Artikel Terbaru

Archives

Kategori