SEJARAHNews, Banda : Universitas Banda Naira (UBN) mulai mematangkan persiapan pelaksanaan wisuda yang rencananya dijadwalkan akan berlangsung pada 30 Juni 2026. Berbagai persiapan tersebut dibahas dalam rapat internal yang digelar di lingkungan kampus UBN, Rabu (3/6) sore.
Rapat dipimpin Wakil Rektor Bidang Akademik UBN, Budiono Senen, dan dihadiri unsur pimpinan serta sivitas akademika. Sejumlah agenda strategis menjadi pembahasan, mulai dari penetapan batas akhir ujian sarjana, pembentukan panitia wisuda, hingga evaluasi sejumlah kebijakan akademik.
Dalam rapat itu disepakati bahwa batas akhir pelaksanaan ujian sarjana ditetapkan pada 12 Juni 2026. Selanjutnya, proses validasi data oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) akan berlangsung pada 15–27 Juni 2026 sebelum pelaksanaan wisuda.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, UBN menunjuk Varis Fadli Sanduan sebagai Ketua Panitia Wisuda Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Susunan kepanitiaan selanjutnya akan ditetapkan oleh ketua panitia sesuai kebutuhan pelaksanaan kegiatan.
Berdasarkan laporan akademik yang disampaikan dalam rapat, sebanyak 74 mahasiswa telah menyelesaikan ujian sarjana. Jumlah tersebut terdiri atas 31 mahasiswa Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan (MSP), 17 mahasiswa Budidaya Perairan (BDP), 15 mahasiswa Pendidikan Sejarah, 9 mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia, dan 7 mahasiswa Pendidikan Matematika.
Sementara itu, sebanyak 23 mahasiswa masih dalam proses penyelesaian tugas akhir dan ujian sarjana. Rinciannya meliputi 9 mahasiswa MSP, 3 mahasiswa BDP, 1 mahasiswa Pendidikan Sejarah, dan 10 mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia. Program Studi Pendidikan Matematika dilaporkan telah menuntaskan seluruh proses ujian mahasiswanya.
Dengan demikian, jumlah calon wisudawan yang diproyeksikan mengikuti wisuda tahun ini mencapai 97 orang.
Selain persiapan wisuda, rapat juga menyepakati pembentukan Panitia Sentra Kekayaan Intelektual (KI) yang melibatkan seluruh anggota Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) bersama unsur pimpinan universitas. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat pengelolaan dan perlindungan karya intelektual sivitas akademika.
Pada bidang akademik, peserta rapat mengusulkan penerapan uji plagiasi menggunakan Turnitin sebagai salah satu persyaratan sebelum mahasiswa mengikuti ujian akhir. Namun, usulan tersebut masih dalam tahap pembahasan dan pertimbangan pimpinan universitas.
Rapat juga menerima masukan terkait pembentukan bank data pada setiap program studi guna mendukung pengelolaan dokumen akademik, kebutuhan akreditasi, dan penguatan sistem informasi akademik.
Selain itu, mekanisme penetapan mahasiswa cumlaude, mahasiswa terbaik, dan mahasiswa berprestasi turut menjadi perhatian. Peserta rapat menilai perlu adanya evaluasi terhadap persyaratan dan ketentuan yang berlaku agar memiliki dasar yang jelas serta memperoleh pengesahan dari unsur pimpinan universitas.
Melalui berbagai persiapan tersebut, UBN berharap seluruh tahapan akademik hingga pelaksanaan wisuda dapat berjalan sesuai jadwal. Wisuda 2026 diharapkan menjadi momentum penting bagi universitas dalam melahirkan lulusan yang berkualitas dan siap berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun nasional.
Posted in Berita