SEJARAHnews, Banda : Yayasan Warisan Budaya Banda (YWBB) bersama Universitas Banda Naira (UBN), menggelar kegiatan peringatan 405 tahun Genosida Banda melalui doa bersama, storytelling, dan diskusi publik di Gedung OK Makatita, Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Jumat (8/5/2026), Siang.
Kegiatan yang mengusung tema “Merawat Ingatan, Merajut Masa Depan” itu menjadi ruang refleksi bersama untuk mengenang tragedi kemanusiaan yang pernah terjadi di Banda Naira pada abad ke-17, sekaligus memperkuat kesadaran sejarah masyarakat Banda.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan doa bersama pada pukul 14.00 WIT, kemudian dilanjutkan dengan storytelling tentang Genosida Banda yang menghadirkan dosen Pendidikan Sejarah, Najira Amsi, M.Si., dan Mukhtar Talib sebagai pembicara, serta Aditia Putra Basir sebagai moderator.
Kegiatan ini turut dihadiri Camat Banda dan Kepulauan Banda, serta perwakilan tokoh masyarakat lintas instansi di Banda. Mulai dari tokoh adat, tokoh pendidikan, tokoh agama, dosen dan mahasiswa UBN.

Ketua panitia kegiatan, Supriadi La Awe, mengatakan kegiatan doa dan disuksi ini menjadi momentum penting untuk merawat memori kolektif masyarakat Banda tentang kejahatan kemanusiaan yang dilakukan VOC Belanda pada 1621.
Sementara itu, sekretaris panitia, Winto, bersama mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah UBN turut terlibat aktif dalam kepanitiaan dari kegiatan tersebut.
Kegiatan yang laksanakan dalam waktu dua hari ini, akan dilanjutkan dengan upacara peringatan Genosida Banda di Monumen Parigi Rante pada Sabtu (9/5/2026), pagi.
Melalui kegiatan ini, YWBB dan UBN berupaya membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga nilai-nilai kemanusiaan, harmonisasi sosial, dan kesadaran sejarah sebagai landasan menata masa depan Banda yang lebih baik.
Posted in Berita